Sabtu, 29 Oktober 2016

Renungan


Bismillah... KAFAN” & “KAPAN” hanya beda 1 huruf

- KAFAN ITU TAK BERSAKU : Tak bisa kita masukkan serupiah pun sebagai bekal perjalanan kita ke hadirat-Nya karena ketika kita mati, Allah tak melihat berapa banyak harta kita. Yang akan dilihat adalah apa yang pernah kita keluarkan harta itu di jalan kebaikan/

- KAFAN ITU TAK BERWARNA-WARNI : Tak dapat kita fashionkan ketika kelak tubuh kita terbujur kaku tanpa ada daya upaya karena ketika mati, Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawi kita. Yang kita kenakan tetap kain putih, murah dan dijahit dengan tangan. Yang terlihat adalah warna-warni amalan kita !

- KAFAN ITU TAK MEMILIKI TUTORIAL : Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan karena ketika mati, Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya. Pada akhirnya, pakaian terakhir manusia bukanlah karya designer ternama, tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

- KAIN KAFAN ITU, tidak bisa kita tempelkan emblem anggota DPR, MPR, PRESIDEN, TITLE, ATAU NAMA USAHA KITA, bahkan gelar haji, karena munkar dan nakir hanya tahu tugas!

- IYA, KAIN KAFAN ITU PUTIH WARNANYA : Seperti harapan kita semua, semoga telah putih hati kita dari khilaf dan dosa agar kelak kita pantas untuk masuk ke dalam jannah (syurga) Allah Azza Wa Jalla.

- LALU MASIH ADAKAH RASA ANGKUH DALAM DIRI KITA ?
Menganggap diri kita lebih mulia daripada segolongan manusia lainnya? Kain kafan bisa kita ukur, bisa kita beli, bisa kita jajal. Namun 1 huruf kita ganti “f” menjadi “p”, tidak tahulah kita kapan diresmikannya?

Namun adalah suatu kepastian : “Setiap yang bernyawa akan menghadapi kematian”.

Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca

Sabtu, 24 September 2016

Orang hilang

Satria error



Posted BY Rama

LIRIK LAGU BY #SATRIAERRORSLALU

Lirik lagu Memori Berkasih – Achik Spin

Telah kucuba meminta kasihmu


Biar menjadi ikatan abadi


Namun apa daya terlerai janji kita


Mungkin takdir yang meminta


Namun apa daya terlerai janji kita


Mungkin takdir yang meminta

Bermusim kita bersama


Menyemai ikatan cinta


Tak mungkin kasihku hilang


Kukunci hati untukmu

Ku genggam kenangan indah


Simpanlah senda gurauan


Andainya kau kerinduan


Itulah jadi penanwar

Sungguh ku terharu dan pilu


Kasih kusemai kau abaikan

Putusnya ikatan cinta


Mungkin tiada jodoh kita

Menangis hati ini


Ku juga bersimpati


Hancurnya harapanku


Maafkan sayang

Kasihmu yang berubah


Aku pun tak menyangka


Itulah alasanmu, pergilah sayang

Biar rindu di kejauhan


Menemani hati yang gelisah


Semoga bertemu jua kebahagiaan

Telah kucuba meminta kasihmu


Biar menjadi ikatan abadi


Namun apa daya terlerai janji kita


Mungkin takdir yang meminta

Namun apa daya terlerai janji kita


Mungkin takdir yang menimpa